<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>V3nta's Blog</title>
	<atom:link href="http://v3nta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://v3nta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2009 05:16:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='v3nta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>V3nta's Blog</title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://v3nta.wordpress.com/osd.xml" title="V3nta&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://v3nta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>love</title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com/2009/04/01/love/</link>
		<comments>http://v3nta.wordpress.com/2009/04/01/love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 07:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v3nta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3nta.wordpress.com/2009/04/01/love/</guid>
		<description><![CDATA[heloo&#8230;.. sebut aja namaku sany&#8230;. pertama perkenalan sex&#8217;sku berasal dari salah seorang cowok jogja yang se univertas denganku&#8230;sebut saja andy.Andy memiliki postur tubuh yang ideal..dengan badan yang tegap dan tubuh yang kekar,maklum lah dia kan atlit basket.Di kampus Andy adalah termasuk cowok yang beruntung,karena banyak wanita-wanita yang tergoda dengannya.Maka dari itu Andy bisa gonta gnti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=60&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>heloo&#8230;..<br />
sebut aja namaku sany&#8230;.<br />
pertama perkenalan sex&#8217;sku berasal dari salah seorang cowok jogja yang se univertas denganku&#8230;sebut saja andy.Andy memiliki postur tubuh yang ideal..dengan badan yang tegap dan tubuh yang kekar,maklum lah dia kan atlit basket.Di kampus Andy adalah termasuk cowok yang beruntung,karena banyak wanita-wanita yang tergoda dengannya.Maka dari itu Andy bisa gonta gnti cewek dalam waktu seminggu,termasuk juga aku yang jadi korban kenikmatannya.cerita ini berawal dari sepulang pertandingan basket,tidak sengaja waktu andy keluar aku menabraknya,dan aku langsung minta maaf&#8230;tetapi andy hanya menganguk dan tersenyum manis denganku,aku semakin merasa panas dan salah tingkah&#8230;pada waktu itu juga andy malah mengajakku untuk makan bersama,siapa juga yang gak mau jalan dengan cowok seganteng dia&#8230;w8uch&#8230;..kesempatan nih&#8230;..<br />
pada saat kita berdua sedang asyik makan,tiba-tiba tanganku terasa memental karena tangannya andy sudah memegang kencang tanganku,ku hanya bisa menelan ludah dan menatapnya&#8230;&#8221;waduh apaan nh&#8221;pikirku dalam hati.taklama kemudian pelayan datang dan memberikan kas bonnya&#8230;Setelah Andy selesai membayar tiba-tiba dia menyeretku kedalam mobilnya dan berjalan menuju rumah kontrakannya&#8230;&#8221;kok aku di ajak kesini Diy&#8217;ad&#8230;?&#8221;belum selesai bertanya tanganku sudah digeret masuk ke dalam rumahnya..&#8221;sssststt&#8221;dia berkata sambil mengunci pintu.&#8221;mau minum apa?&#8221;tanyanya sampil mempersilahkan duduk.&#8221;sirup ja dech&#8221;q menjawab&#8230;&#8221;oke cantik&#8221;katanya sambil lari menuju dapur&#8230;<br />
tak lama kemudian datanglah segelas sirup..ni cantik diminum dulu q mau mandi dulu,atau mau ikut yuk!terus q dimandiin gitu????aku hanya tersenyum dan berkata di dalam hati&#8230;oooh my  gooooooooooood&#8230;setelah 15menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan menghampiriku hanya dengan secuil handuk.Aku menatapnya dengan terkesan..&#8221;tubuhnya&#8230;&#8230;&#8221;<br />
kok belum di minum cih &#8230;.?heeeee&#8230;.aku hanya membalas senyumnya.tiba-tiba dia duduk di sofa dekatku&#8230;dengan masih menggunakan handuk kecilnya&#8230;kami saling bercanda dengan menjurus menjurus seks gitu..tak sengaja payudaraku yang montok ini tersengol tangannya..aku sempat kaget&#8230;Andy gak minta maaf malah menatap mataku dalam2.ku hanya bisa menunduk saja..tak lama tangannya memegang kepalaku dan menghadapkan kewajahnya..aku sempat tahu apa yang diinginkan&#8230;belum sempat q berpaling bibirku yang seksi sudah dihisabnya&#8230;aku sempat terkejut dan ingin berontak,akan tetapi tangannya menekanku dengan kuat..aku tak bisa berdaya&#8230;karena aku juga cinta sex maka tak kupikirkan lagi..aku langsung membalas ciumannya&#8230;lidah kita saling beradu dengan lincahnnya..seiring degan ciuman kita&#8230;tangan Andy lekas nakal&#8230;.tangan yang biasanya memegang bola basket menyentuh bola kananku&#8230;mungkin kebiasaan megang bola basket kali jadi tangannya besar dan keras&#8230;makin lama aku makin terangsang olehnya&#8230;kaos yang ku pakai ternyata sudah terbuka olehnya&#8230;.dan ciuman kita tiba2 berhenti&#8230;dia menatap payudaraku yang masih terbungkus oleh bra&#8230;.mungkin dia agak kaget dengan kebesaran payudaraku yang mencuat sedikit keluar&#8230;kira2 36B..dengan terbungkus oleh bra berwarna hitam&#8230;dia memandangnya sejenak kemudian dia meraih braku dan melepaskannya.langsung saja disambarlah payudara montokku&#8230;.dengan lahap dia memainkan payudaraku..aku hanya bisa mendesah keenakan ketika putingku di jilat dan digigitnya&#8230;a&#8217;rgh&#8230;.argh&#8230;&#8230;enak&#8230;&#8230; teruss an&#8230;..oocgh&#8230;.baby&#8230;mungkin ini yang namakan sudah hanyut dalam nafsu&#8230;<br />
sementara tangan kirinya mulai menjuru ke liang kewanitaanku&#8230;.dielusnya memekku dengan cepat dan berirama&#8230;.aku hanya bisa mendesah kenikmatan&#8230;.argh&#8230;..ihhh&#8230;.oh&#8230;yes&#8230;..turus beby&#8230;&#8230;..sementara masih dinikmatinya payudaraku&#8230;.setelah beberapa menit&#8230;ternyata memekku sudah dilahapnya dengan buas..di nikmatinya klitoris memekku aku makin mendesah kuat.argh&#8230;&#8230;.ih&#8230;.ough&#8230;&#8230;..<br />
tak lama kemudian tubuhku merasa terbang,seluruh tubuhku bergelinjang bersama dengan orgasme yang pertama&#8230;sementara ku masih menikmati orgasme,&#8230;Andy langsung berdiri dan melepaskan pakaiannya satu persatu hingga akhirnya kita telanjang bulat&#8230;..<br />
karena sudah dak tahan lagi&#8230;.aku langsung ambil posisi menungging saja&#8230;Andypun tahu apa maksudku&#8230;maka ia menuntun kont#olnya menuju memekku yang sudah siap dan licin ini&#8230;<br />
terasa semakin nikmat ketika ujung kontolnya di usap-usapkan pada ujung memekku..dan secara cepat langsung masuk ke memekku..&#8221;OUGHT&#8230;..&#8221;aku menjerit menahan sakit&#8230;kita diam beberapa menit sambil menikmati masuknya kontolnya..setelah tenang dimulailah ritualnya..perlahan-lahan dimasukkan kemudian dikeluarkan..&#8221;argh&#8230;.yess&#8230;.lebi&#8230;argh..lebih cepat beby&#8230;.&#8221;aku merem melek menikmatinya&#8230;.dan gerakkan itu terasa dipercepat&#8230;..sampai terdengar bunyi &#8220;pek-pek&#8221;aku terasa terbang melayang dan tak lama kemudian aku merasa sudah sampai puncak dan &#8230;<br />
&#8220;ORGH BEB Q MAU..ARGH&#8230;UGHT&#8230;ARGH..&#8221;q juja&#8230;.sampi akhirnya kita menuju kenikmatan yang sangat tinggi..Andy langsung saja memberikan kontolnya&#8230;aku hisab sampai habis cairan maninya&#8230;..dan akupun tertidur hingga pagi&#8230;</p>
<p>SITUS SEKS..v3nta.wordpress.com//</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3nta.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3nta.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=60&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3nta.wordpress.com/2009/04/01/love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdaae52a4c4b4a9c1ffec345cab1685b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v3nta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>profil cinta</title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/profil-cinta/</link>
		<comments>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/profil-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 07:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v3nta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3nta.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[@ku !nGin HiLanG InGataN 23 Maret 2005 &#8211; 04:14   (Diposting oleh: Rumah Dunia) BROWNIES: NOVEL CINTA RASA “COKLAT” Oleh Ibnu Adam Aviciena, foto oleh Noval Ramsis Saya percaya yang pertama kita lihat ialah yang dzohir, kemudian yang batin. Rizal, Oji, dan teman-teman Rumah Dunia lainnya membeli durian tidak langsung mencicipi lantas dibeli. Melainkan bagus nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=44&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>@ku !nGin HiLanG InGataN</em></strong></h4>
<p><span class="date">23 Maret 2005 &#8211; 04:14   (Diposting oleh: <a href="mailto:rumahdunia@yahoo.com">Rumah Dunia</a>)</span><br />
<span class="bigtitle"><span style="color:#24249a;">BROWNIES: NOVEL CINTA RASA “COKLAT”</span></span><br />
<em>Oleh Ibnu Adam Aviciena, foto oleh Noval Ramsis</em></p>
<p>Saya percaya yang pertama kita lihat ialah yang dzohir, kemudian yang batin. Rizal, Oji, dan teman-teman Rumah Dunia lainnya membeli durian tidak langsung mencicipi lantas dibeli. Melainkan bagus nggak kulitnya, ada boroknya tidak. Diperiksa mulus, baru ditawar. Ok, dibeli. Dan ternyata durian yang mereka beli itu buruk. Alamak!</p>
<p>Begitupula dengan Fira Basuki. Tapi sebelum lebih jauh tentang itu, saya perlu ceritakan dulu bahwa nama Pram, Ahmad Tohari, Gola Gong, Hilman, termasuk Fira tidak populer bagi saya sebelum tahun 2001. Saya sejak SD membaca buku-buku cerita, banyak buku SD saya bawa pulang dan tidak dikembalikan. Buku-buku tersebut stereotif: anak miskin pengen sekolah. Karena sungguh-sungguh ia berhasil dan menjadi contoh bagi teman-temannya. Masuk Tsnawiyah, saya baca juga buku cerita. Seperti Salah Asuhan karya Abdul Muis, dan yang satu periode dengannya. Yang sekarang boleh saya sebut sebagai sastra lama. Aliyah, saya lebih banyak baca buku-buku barat. Karena memang buku-buku ini lebih menarik dan jumlahnya lumayan banyak di perpustakaan sekolah. Untuk yang fiksi nama Mira W dan Marga T lebih dekat ke saya. Meskipun secara detail ceritanya sudah lupa. Saya, saat itu, ialah orang masa kini dengan alam pikiran masa lampau. Ini tentu terkait dengan sistem pendidikan. Dan saya tidak akan bercerita untuk satu persoalan besar itu.</p>
<p>Kembali ke pengarang masa kini. Dari sekian banyak penulis Indonesia, Fira Basuki ialah salah satunya. Yang pertama melekat dalam ingatan saya terhadap lulusan Wichita State University ini ialah kecantikannya, (ehm!). Sungguh, karena foto dirinya dicetak di kaver belakang novel-novelnya, termasuk pada Brownies. Anak-anak Rumah Dunia, termasuk saya di dalamnya, selalu saja berkomentar. Begitulah memang anak laki. Kalau ada cewek cakep bisa dipastikan ribut. Teman saya, masih anak Rumah Dunia, ketika mengantarkan surat teriak-teriak karena melihat pelajar SMA cantik. “Kamu rugi gak liat,” katanya pada saya.</p>
<p>Novel Browinies pertama kali saya baca dua hari sebelum acara peluncurannya di Cilegon Super Mall. Katanya Fira mau datang sekaligus jadi pembicara selain Gola Gong dan Wan Anwar. Dan di sanalah pertama kali saya melihat Fira Basuki.</p>
<p>Ketika saya disuruh menjadi pembicara untuk acara ini, saya bilang ok pembicara dari pembaca. Karena terus terang saja basis pendidikan (formal) saya tidak sastra, melainkan agama. Yang saya pelajari tasawuf, filsafat, tafsir, ulumul qur’an, ulumul hadits dan lain-lain. Lebih spesifik lagi bidang Pidana dan Politik Islam. Makanya tepat sekali, selain saya ada Firman Venayaksa yang emang S1 dan S2-nya di sastra.</p>
<p>Membaca Brownies saya diingatkan ke Chocholate, sebuah film yang bercerita soal coklat. Karena nontonnya udah sangat lama, saya sudah lupa detail-detail ceritanya. Tadinya, sebelum tulisan ini dibuat, saya pengen nyempetin nonton lagi. Sekalian, kalau ada, Brownies yang dijadikan adaptasi bagi novel ini untuk bahan perbandingan.</p>
<p>Kenyataannya Chocholate nggak nonton; Brownies juga nggak nonton.</p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=294&amp;page=1">Halaman sebelumnya</a>Waktu ketemu di Cilegon Super Mall, Fira bilang bahwa kalau pengen nulis-nulis aja. Jangan ada motivasi terkenal, pengan tampak hebat, dan sejenis dengan itu. Karena, katanya, yang barusan disebutkan hanya efek saja. Itu akan datang dengan sendirinya kalau tulisan kita emang bagus. Terlepas prihal motivasi apa, saya setuju bahwa nulis jangan dibenani banyak harapan. Nulis-nulis saja dulu. Karena beban harapan akan menganggung proses nulis itu sendiri. Akan tampak jelas di tulisan seseorang jika dia kesal, dongkol, penuh cinta, atau apapun. Di novel Fira, yang Brownies, Pintu, atau yang lainnya, beban itu tidak ada. Tulisan ngalir begitu saja. Sepertinya tokoh hadir dengan sendirinya. Ia akan pergi jika memang sudah tidak punya peran dalam cerita. Lebih lanjut soal ini saya ingin menulis hubungan manusia-Tuhan, manusia-tokoh karangannya, dengan ilmu kalam (teologi). Ada sesuatu yang menarik di sana.</p>
<p>INTEGRITAS<br />
Saya pernah bilang saat diskusi di Sanggar Sastra Serang (S3) suatu pagi di hari Minggu, bahwa cerita yang kita buat harus integral; harus ada satu ke satuan antara satu peristiwa dengan peristiwa berikutnya; antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya. Dengan demikian setiap huruf, kata, kalimat, paragraf, dan peristiwa serta tanda baca yang tidak berfungsi kita buang saja. Apapun yang kita ketikan harus punya peran penting. Tidak boleh ia hadir sementara dirinya tidak punya keterikatan apa-apa terhadap bagian lainnya. Dalam sebuah produksi film, jika ini terjadi, tentu akan menghabiskan banyak dana karena harus membayar tokoh tersebut. Sementara di lain sisi, kehadiran dirinya malah memperburuk cerita.</p>
<p>Nah, dalam Brownies, saya melihat ada satu peristiwa yang muncul dua kali tetapi tidak berkaitan dengan peristiwa di halaman-halaman berikutnya. Bagian tersebut ialah proses syuting di bab dua. Ia pertama muncul ketika Mel datang dari Singapur menuju apartemen Joe, tunangannya. Bagian kedua, setelah Mel menemukan Joe mandi telanjang berdua dengan seorang perempuan di bathtab. Dia pergi dengan perasaan dongkol, kecewa, sakit hati. Joe mengejarnya masih dalam kimono. Perterngkaran mereka kemudian menjadi bagian dari proses syuting itu (inframe). Pada halaman-halaman berikutnya saya tidak melihat signifikasi (kepentingan) peristiwa tersebut bagi kelangsungan cerita Mel—baik bersama Joe maupun Are. Tapi entahlah, ini hanya komunikasi saya sebagai pembaca dengan teks. Penulisnya barangkali punya maksud tertentu. Saya juga tidak tahu, apakah di filmnya adegan tersebut ada atau tidak ada.</p>
<p>COOLDOWN<br />
Teman saya waktu di Aliyah (SMA Islam) bilang bahwa dirinya suka dengan cerita dengan ending menggantung. Katanya pembaca diberi kebebasan untuk menebak-nebak kelanjutannya. Saat itu saya berfikir, kemudian mengiyakannya. Tetapi sekarang saya benci dengan tipe ending seperti itu. Bagi saya open ending itu ngerjain. Pengarang yang nyusahin, tidak bersikap—meskipun ending terbuka yang dibuatnya pada dasarnya merupakan sikap itu sendiri. Saya lebih suka ending yang pasti-pasti saja. Tidak sedih, ya bahagia. Kalau bisa bahagia saja. Saya terus terang saja membaca untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi tentu hidup tidak begitu.</p>
<p>Selain lebih suka happy ending, saya juga suka klimaks tanpa antiklimaks. Kalau sudah dipukul, sudah jangan diobati. Biarkan saja dia merasa kesakitan. Jika sudah ditusuk, sudah biarkan terluka. Jangan ada basa-basi dan embel ini-itu. Jika cerita sudah sampai klimkas, pengarang jangan memberi fase cooldown, masa pendinginan. Karena dengan begitu, kegregetan menjadi pudar kemudian menghilang. Yang terjadi akhirnya kekecewaan. Biarkan pembaca beri kebahagiaan luar biasa atau kesediahan luar biasa.</p>
<p>Yang tadi itu soal persepsi dan soal kesukaan. Kesukaan saya waktu Aliyah tidak sama dengan sekarang, dan akan terus berubah serta ada kemungkinan beda dengan yang lain.</p>
<p>Pada Brownies, kekecewaan yang saya maksud itu tidak datang. Joe yang akan jujur kepada Astrid bahwa mereka selama ini saling bohong dan saling menutupi, tidak kuasa saat Astrid menubruk dirinya, dan mengatakan, “Aku butuh kamu Joe.”. Karena itu Joe yang akan kembali kepada Mel tidak jadi. Mel yang awalnya akan bertemu dengan Joe tidak jadi (juga); ia memilih Are setelah tiba pada kata-kata: siapa yang mengalah demi cinta? Mengalah itu menang. Dan cukup melegakan setelah pertemuan Mel dengan Are di Taman Suropati, Fira memberi fase cooldown hanya dengan dua halaman saja.</p>
<p>***</p>
<p>*) Penulis adalah PJ Sastra dan Jurnalistik Rumah Dunia serta penulis novel “Mana Bidadari Untukku?”</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" align="center"><a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/nuranidunia.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#059aeb">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judulputih" colspan="2" bgcolor="#059aeb"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /> R U B R I K</td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=2">Agenda</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=21">Baca Banten</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=9">Bengkel Sastra</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=26">Brankas</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=20">Cakrawala</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=15">Catatan Perjalanan</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=25">Diary</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=13">English Version</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=10">Gapura Kecil</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=6">Gerbang</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=8">Humaniora</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=1">Jurnal</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=17">Kanvas</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=22">Kelas Menulis</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=5">Kliping</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=16">Lintas Komunitas</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=23">Memori</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=14">Ode Kampung</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=24">Panggung</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=4">Parade Karya</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=18">Pariwisata Banten</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=3">Pustakaloka</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=7">Tips</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=19">Wacana</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="lead" width="99%" align="right" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=12">Warta Relawan</a></td>
<td width="1%" valign="top" bgcolor="#e4e4e4"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" align="center"><a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/gmc.gif" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/rekeningRD3.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#059aeb">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judulputih" colspan="2" width="100%" bgcolor="#059aeb"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /> Gerbang</td>
</tr>
<tr>
<td width="1%" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">•</td>
<td width="99%" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/nimages/1427_th.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="3" align="left" /><span class="title"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=1427">USAI SUDAH TUJUH PESTA RUMAH DUNIA</a></span><br />
<span class="lead">Oleh : Tias Tatanka</span><br />
Ahad, 8 Maret 2009, hati saya lega luar biasa. Juga bahagia. Saya jadi bisa tidur siang dengan enak walau sebentar.Nasi dan fried chicken yang buat saya biasa-biasa saja di hari-hari biasa, siang itu terasa nikmat saat disantap bersama relawan Rumah Dunia (RD) sambil&#8230;<br />
<span class="date">10 Maret 2009 &#8211; 00:11 </span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="right" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=6">Arsip&#8230;</a> <img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" align="center"><a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/suhud2.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#059aeb">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judulputih" colspan="2" width="100%" bgcolor="#059aeb"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /> Warta Relawan</td>
</tr>
<tr>
<td width="1%" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">•</td>
<td width="99%" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.rumahdunia.net/nimages/1430_th.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="3" align="left" /><span class="title"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=1430">AWI SULING: DARI PEMULUNG KE KOMPUTER</a></span><br />
<span class="lead">Oleh Jang Rudun</span><br />
Namanya Awi. Dia kakak Muhzen Den, relawan pertama Rumah Dunia. Dulu pemulung. Kami suruh ktif di Rumah Dunia, jawabannya selalu saja, “Malu..”. Mungkin karena umurnya yang sudah bukan anak-anak lagi. Kami mencari solusi, agar Awi bisa trlibat di Rumah Dunia. Akhirnya, pintu&#8230;<br />
<span class="date">10 Maret 2009 &#8211; 02:10 </span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="right" bgcolor="#ffffff"><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtCat=12">Arsip&#8230;</a> <img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" align="center"><a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/alamatRD.gif" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/Banten-Raya-Post-175.jpg" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/fim-h50.jpg" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/iklan-b6.jpg" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/80topfm-175.jpg" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/depdiknas.gif" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://rumahdunia.com/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/bantentv.gif" border="0" alt="" /></a> <a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/animasi1.gif" border="0" alt="" /></a><a href="http://www.rumahdunia.net/"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/animasienglish.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul" width="100%" bgcolor="#cbecfe"><img src="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /> <span style="color:#24249a;">Pustakaloka</span></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.rumahdunia.net/nimages/328.bmp" border="0" alt="" hspace="10" vspace="5" align="left" /><span class="date">14 April 2005 &#8211; 11:56   (Diposting oleh: <a href="mailto:rumahdunia@yahoo.com">Rumah Dunia</a>)</span><br />
<span class="bigtitle"><span style="color:#24249a;">SIAPA INGIN JADI BIDADARI</span></span><br />
<em>BEDAH BUKU &#8220;KARENA ADA BIDADARI DI BUMI&#8221;</em></p>
<p>Oleh: Rimba Alangalang*</p>
<p>Sampulnya bergambar seorang perempuan.<br />
Judulnya bercerita tentang perempuan.<br />
Penulisnyapun dua orang perempuan.<br />
Dan saya?</p>
<p>Saya tidak tahu apakah hari ini gen maskulin (X) saya sudah terkalahkan oleh gen feminim (Y) yang ada dalam diri saya, sehingga dengan berani membahas buku yang notabene untuk perempuan atau lebih tepatnya golongan orang-orang yang tergabung dalam FBI (Female Bidikan Ihwan). Gambar di sampul depan sudah mengungkapkan sendiri target pembaca. Tapi tidak menutup kemungkinan jika buku atau novel inipun dibaca oleh yang bukan golongan FBI saja. saya rasa dari golongan CIA (Cowok Idaman Akhwat) pun bisa mencari kriteria bidadarinya lewat buku atau novel ini.</p>
<p>Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak terlepas dari nilai, maka keberadaan buku inipun tidak bisa dipungkiri untuk tidak ditilai oleh pembaca maupun kritikus. Setidak-tidaknya nilai merupakan sesuatu yang menarik bagi kita, sesuatu yang kita cari, sesuatu yang disukai dan diinginkan. Singkatnya sesuatu yang yang baik.</p>
<p>Menurut perkataan bagus filsuf Jerman-Amerika, Hans Jonas, nilai adalah the adressee of yes. “sesuatu yang ditujukan dengan’ya’ kita”. Memang nilai adalah sesuatu yang kita iakan atau kita aminkan. Nilai selalu mempunya konotasi yang positif. Sebaliknya, sesuatu yang kita jauhi, sesuatu yang membuat kita melarikan diri-seperti penyakit, penderitaan, atau kematian-adalah lawan dari nilai, adalah “non nilai” atau disvalue sebagaimana dikatakan orang inggris. Ada juga beberapa filsuf yang menggunakan di sini istilah “nilai negatif” sedangkan nilai dalam arti tadi mereka namakan nilai positif.</p>
<p>Pada dasarnya untuk membahas buku atau novel “Karena Bidadari Ada Di Bumi” saya tidak ingin menjadi seorang penilai. Nilai positif maupun nilai negatif. Biarlah orang-orang akademisi dan orang-orang yang mempunyai label “SS” di belakang saja yang mengkritisi.</p>
<p>Karena ketidakkonsistenan penulis dalam membuat buku atau novel ini-apakah ingin dijadikan novel atau sebuah karya non fiksi, saya membahasnya dalam dua bagian. Bagian petama pembahasan tentang fiksi (novel). Yang inipun saya tidak yakin apakah ini merupakan novel pendek atau cerita panjang. Dan kedua tentang non fiksi.</p>
<p>Bagian pertama mulai dari pupuh pembuka halaman 13 sampai “Biarlah rindu ini tetap di sini sebagai mata air kasih abadi” hal-36, setelah itu saya mulai kehilangan arah cerita dan ketemu lagi pada pupuh tiga hal 53 sampai Hal-57 “Andina tersenyum bahagia. ternyata tak terlalu sulit untuk bertemu bidadari. Ia menjumpainya pada Isti’anah. Sang pekerja kasih, pekerja bahagia di kaki gunung salak.” Saya melihatnya dari sisi saya sebagai seorang pembaca.</p>
<p>Kemudian bagian keduanya yaitu dari mulai “Lakon Sejati Satu” hal 37 sampai hal 51 dan “Lakon Sejati Dua” hal 59 sampai hal 132.</p>
<p>Saya melihatnya dari kacamata saya sebaga seorang anak dari seorang bidadari dan pemuda berumur 20 tahun yang sedang mencari tulang rusuknya yang hilang. Saya jadi teringat judul novelnya Ibnu Adam Aviciena yang berjudul “Mana Bidadari Untukku?” Saya jadi bertambah yakin kenapa Ibnu bertanya demikian? Jawabannya Karena Bidadari ada di bumi (KBAD).</p>
<p>Let the angels as angels<br />
Let the angels</p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=328&amp;page=1">Halaman sebelumnya</a>Let’s be an angel of angels</p>
<p>Kacamata pertama: Pembaca bisanya melihat dari sampulnya dulu, judulnya, gambarnya, apalagi kalau endorsmennya (catatan pujian kecil) dari orang terkenal. Pasti akan dilirik. Setidaknya judulnya ada yang membaca atau bukunya ada yang memegang. Kita tidak bisa memungkiri bahwa pembaca mempunyai peran yang amat penting yang bisa membuat apakah buku tersebut best seller atau tidak.</p>
<p>Seorang gadis kecil terpukau memandang pelangi, pada suatu sore yang basah, dari jendela kamarnya yang setengah terbuka….</p>
<p>Membaca kalimat pertama dalam cerita KBADB saya langsung tertarik Yang bercerita tentang Andina seorang gadis kecil yang tak ber-ibu. Apalagi ceritanya disisipi puisi yang puitis. Saya semakin tergoda untuk terus membacanya.</p>
<p>Ada sebuah taman berpagar bintang-bintang,<br />
Telaga hijau berbunga mutiara<br />
Menebar keteduhan<br />
Tepat di jantungnya.<br />
Fajar menyingsing, dan bintang-bintang menjelma bidadari<br />
….</p>
<p>Saya melihat Kahlil Gibran pun ikut bermain-main kata-kata di sana dengan bahasa cinta yang berbeda tentunya. Saya tidak tahu apakah penulisnyapun pengagum Kahlil Gibran atau bukan?</p>
<p>Tapi setelah beberapa bab, kesyikan saya membaca langsung luruh ketika penulis ikut bercerita tentang ke akuannya pada “Lakon Sejati Satu”. Tentang bidadari, dan usianya yang ke 33 tahun.</p>
<p>Ya Allah, kini sampailah aku. sebentarlagi, tak lama lagi, genaplah aku 33 tahun menghuni mayapada ini. insya Allah, 48 hari lagi, aku akan mencapai usia bidadari. Ya…, usia bidadari! Konon para bidadari surga semuanya berumur 33 tahun.<br />
….</p>
<p>Kacamata kedua: saya memposisikan diri sebagai seorang anak dan pemuda berumur duapuluhan. Pada dasarnya kita semua bisa berkaca pada kisah Asiyah, ibu angkatnya Musa (istri Fira’un) di hal 100, yang tersenyum ketika menghadapi maut.</p>
<p>Musa bertanya,” mengapa engkau tersenyum?”</p>
<p>Aisyah menjawab,” Wahai rosul Allah, sekarang ini aku sepertinya melihat malaikat-malaikat langit turun dari sisi Allah untuk menantikan keluarnya ruhku dari jasad”. Lalu ia mengucapkan yang amat termahsyur. Silahkan baca surat At-Tahrim:11.</p>
<p>Atau untuk menjadi seorang bidadari bisa dibaca pada Siti Maryam hal 104, Khodijah Binti Maryam hal 114, dan Fathimah pada hal 126. Untuk mengakhiri saya kutip paragraf terakhir yang penulis tulis:</p>
<p>Demikian nyata bukan…, dan bukanlah mimpi?! Torehan sejarah nan hakiki untuk cermin diri, siapapun kita, dimanapun adanya, apapun status yang disandangnya, selalu ada peluang menjadikan diri penata mutiara, yang mungkin masih terpendam dan perlu di eksplorasi, yang mungkin memiliki karat tertinggi dan perlu digosok tak kenal henti hingga kemilau cahayanya semburat ke bumi menjelma bidadari. Siapa ingin jadi bidadari?</p>
<p>Kalau boleh saya ingin meminta, satu saja! Mana bidadari untukku?</p>
<p>***</p>
<p>· Makalah ini dibacakan pada hari minggu, 17 April 2005 pada acara bedah buku dan novel Amatullah Syafiyyah dan Pipit Senja di Rumah Dunia<br />
. · Mahasiswa Semester II Jurusan B. Inggris IAIN “SMH” Banten, Sekretaris Rumah Dunia dan Siswa S3. Reportase dan cerpen-cerpennya dimuat di Radar Banten, Fajar Banten, Keren Beken.</p>
<p>be angels,</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4></h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3nta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3nta.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=44&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/profil-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdaae52a4c4b4a9c1ffec345cab1685b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v3nta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/nuranidunia.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_folder.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/gmc.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/rekeningRD3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/nimages/1427_th.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/suhud2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/nimages/1430_th.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_archives.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/alamatRD.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/Banten-Raya-Post-175.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/fim-h50.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/iklan-b6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/80topfm-175.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/depdiknas.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/bantentv.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/animasi1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/animasienglish.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/images/icons/wm_apadansiapa.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rumahdunia.net/nimages/328.bmp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>rock</title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/rock/</link>
		<comments>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/rock/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 06:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v3nta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3nta.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Musik Rock Indonesia Saya mencoba menyelamatkan sebuah arsip menarik yang penting tentang runutan sejarah perkembangan musik Rock Di Tanah Air. Untuk referensi dan sumber yang saya dapatkan dari hasil Googling ternyata berada dalam arsip mail seseorang. Silakan nikmati, niscaya anda akan seperti saya, yang terkaget-kaget membacanya. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Awal Mula Embrio kelahiran scene musik rock [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=42&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title">Sejarah Musik Rock Indonesia</h3>
<div class="post-body">
<p>Saya mencoba menyelamatkan sebuah arsip menarik yang penting tentang runutan sejarah perkembangan musik Rock Di Tanah Air. Untuk referensi dan sumber yang saya dapatkan dari hasil Googling ternyata berada dalam arsip mail seseorang. Silakan nikmati, niscaya anda akan seperti saya, yang terkaget-kaget membacanya.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<span style="font-weight:bold;">Awal Mula</span></p>
<p>Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah<br />
namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album<br />
ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.</p>
<p>Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988. Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.</p>
<p>Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica &amp; Anthrax), Sucker Head (Kreator &amp; Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI &amp; MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.</p>
<p>Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang<br />
mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.</p>
<p>Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga<br />
mantan vokalis Rotor.</p>
<p>Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground<br />
manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA<br />
Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas<br />
Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).</p>
<p>Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah<br />
label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band<br />
seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius<br />
Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.</p>
<p>Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering<br />
terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah.</p>
<p>Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS).</p>
<p>Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri. Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover<br />
penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet (www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan<br />
sebagainya.</p>
<p>29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek<br />
Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah,<br />
Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko &amp; FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana.</p>
<p>10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa. Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut,<br />
Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Scene Punk/Hardcore/Brit/Indie Pop</span></p>
<p>Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini<br />
kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,<br />
Parklife hingga Death Goes To The Disco.</p>
<p>Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.</p>
<p>Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-<br />
komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.</p>
<p>Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bandung scene</span></p>
<p>Di Bandung sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan<br />
membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya. Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel “Masaindahbangetsekalipisan.” Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu- satunya band asal Jakarta.</p>
<p>Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel “Four Through The S.A.P” ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Tragisnya, di awal 1995 Marudut ditemukan tewas tak bernyawa di kediaman Krisna Sucker Head di Jakarta. Yang mengejutkan, kematiannya ini, menurut Krisna, diiringi lagu The End dari album Best of The Doors yang diputarnya pada tape di kamar Krisna. Sementara itu Puppen yang dibentuk pada tahun 1992 adalah salah satu pionir hardcore lokal yang hingga akhir hayatnya di tahun 2002 sempat merilis tiga album yaitu, Not A Pup E.P. (1995), MK II (1998) dan Puppen s/t (2000). Kemudian menyusul Pure Saturday dengan albumnya yang self-titled. Album ini kemudian dibantu promosinya oleh Majalah Hai. Kubik juga mengalami hal yang sama, dengan cara bonus kaset 3 lagu sebelum rilis albumnya.</p>
<p>Agak ke timur, masih di Bandung juga, kita akan menemukan sebuah komunitas yang menjadi episentrum underground metal di sana, komunitas Ujung Berung. Dulunya di daerah ini sempat berdiri Studio Palapa yang banyak berjasa membesarkan band-band underground cadas macam Jasad, Forgotten, Sacrilegious, Sonic Torment, Morbus Corpse, Tympanic Membrane, Infamy, Burger Kill dan sebagainya. Di sinilah kemudian pada awal 1995 terbit fanzine musik pertama di Indonesia yang bernama Revograms Zine. Editornya Dinan, adalah vokalis band Sonic Torment yang memiliki single unik berjudul “Golok Berbicara”. Revograms Zine tercatat sempat tiga kali terbit dan kesemua materi isinya membahas band-band metal/hardcore lokal maupun internasional.</p>
<p>Kemudian taklama kemudian fanzine indie seperti Swirl, Tigabelas, Membakar Batas dan yang lainnya ikut meramaikan media indie. Ripple dan Trolley muncul sebagai majalah yang membahas kecenderungan subkultur Bandung dan jug lifestylenya. Trolley bangkrut tahun 2002, sementara Ripple berubah dari pocket magazine ke format majalah standar. Sementara fanzine yang umumnya fotokopian hingga kini masih terus eksis. Serunya di Bandung tak hanya musik ekstrim yang maju tapi juga scene indie popnya. Sejak Pure Saturday muncul, berbagai band indie pop atau alternatif, seperti Cherry Bombshell, Sieve, Nasi Putih hingga yang terkini seperti The Milo, Mocca, Homogenic. Begitu pula scene ska yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum trend ska besar. Band seperti Noin Bullet dan Agent Skins sudah lama mengusung genre musik ini.</p>
<p>Siapapun yang pernah menyaksikan konser rock underground di Bandung pasti takkan melupakan GOR Saparua yang terkenal hingga ke berbagai pelosok tanah air. Bagi band-band indie, venue ini laksana gedung keramat yang penuh daya magis. Band luar Bandung manapun kalau belum di `baptis’ di sini belum afdhal rasanya. Artefak subkultur bawah tanah Bandung paling legendaris ini adalah saksi bisu digelarnya beberapa rock show fenomenal seperti Hullabaloo, Bandung Berisik hingga Bandung Underground. Jumlah penonton setiap acara-acara di atas tergolong spektakuler, antara 5000 – 7000 penonton! Tiket masuknya saja sampai diperjualbelikan dengan harga fantastis segala oleh para calo. Mungkin ini merupakan rekor tersendiri yang belum terpecahkan hingga saat ini di Indonesia untuk ukuran rock show underground.</p>
<p>Sempat dijuluki sebagai barometer rock underground di Indonesia, Bandung memang merupakan kota yang menawarkan sejuta gagasan-gagasan cerdas bagi kemajuan scene nasional. Booming distro yang melanda seluruh Indonesia saat ini juga dipelopori oleh kota ini. Keberhasilan menjual album indie hingga puluhan ribu keping yang dialami band Mocca juga berawal dari kota ini. Bahkan Burger Kill, band hardcore Indonesia yang pertama kali teken kontrak dengan major label, Sony Music Indonesia, juga dibesarkan di kota ini. Belum lagi majalah Trolley (RIP) dan Ripple yang seakan menjadi reinkarnasi Aktuil di jaman sekarang, tetap loyal memberikan porsi terbesar liputannya bagi band-band indie lokal keren macam Koil, Kubik, Balcony, The Bahamas, Blind To See, Rocket Rockers, The Milo, Teenage Death Star, Komunal hingga The S.I.G.I.T. Coba cek webzine Bandung, Death Rock Star (www.deathrockstar.tk) untuk membuktikannya. Asli, kota yang satu ini memang nggak ada matinya!</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Scene Jogjakarta</span></p>
<p>Kota pelajar adalah julukan formalnya, tapi siapa sangka kalau kota ini ternyata juga menjadi salah satu scene rock underground terkuat di Indonesia? Well, mari kita telusuri sedikit sejarahnya. Komunitas metal underground Jogjakarta salah satunya adalah Jogja Corpsegrinder. Komunitas ini sempat menerbitkan fanzine metal Human Waste, majalah Megaton dan menggelar acara metal legendaris di sana, Jogja Brebeg. Hingga kini acara tersebut sudah terselenggara sepuluh kali! Band-band metal underground lawas dari kota ini antara lain Death Vomit, Mortal Scream, Impurity, Brutal Corpse, Mystis, Ruction.</p>
<p>Untuk scene punk/hardcore/industrial-nya yang bangkit sekitar awal 1997 tersebutlah nama Sabotage, Something Wrong, Noise For Violence, Black Boots, DOM 65, Teknoshit hingga yang paling terkini, Endank Soekamti. Sedangkan untuk scene indie rock/pop, beberapa nama yang patut di highlight adalah Seek Six Sick, Bangkutaman, Strawberry’s Pop sampai The Monophones. Selain itu, band ska paling keren yang pernah terlahir di Indonesia, Shaggy Dog, juga berasal dari kota ini. Shaggy Dog yang kini dikontrak EMI belakangan malah sedang asyik menggelar tur konser keliling Eropa selama 3 bulan! Kota gudeg ini tercatat juga pernah menggelar Parkinsound, sebuah festival musik elektronik yang pertama di Indonesia. Parkinsound #3 yang diselenggarakan tanggal 6 Juli 2001 silam di antaranya menampilkan Garden Of The Blind, Mock Me Not, Teknoshit, Fucktory, Melancholic Bitch hingga<br />
Mesin Jahat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Scene Surabaya</span></p>
<p>Scene underground rock di Surabaya bermula dengan semakin tumbuh-berkembangnya band-band independen beraliran death metal/grindcore sekitar pertengahan tahun 1995. Sejarah terbentuknya berawal dari event Surabaya Expo (semacam Jakarta Fair di DKI &#8211; Red) dimana band- band underground metal seperti, Slowdeath, Torture, Dry, Venduzor, Bushido manggung di sebuah acara musik di event tersebut.</p>
<p>Setelah event itu masing-masing band tersebut kemudian sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi yang bernama Independen. Base camp dari organisasi yang tujuan dibentuknya sebagai wadah pemersatu serta sarana sosialisasi informasi antar musisi/band underground metal ini waktu itu dipusatkan di daerah Ngagel Mulyo atau tepatnya di studio milik band Retri Beauty (band death metal dengan semua personelnya cewek, kini RIP &#8211; Red). Anggota dari organisasi yang merupakan cikal bakal terbentuknya scene underground metal di Surabaya ini memang sengaja dibatasi hanya sekitar 7-10 band saja.</p>
<p>Rencana pertama Independen waktu itu adalah menggelar konser underground rock di Taman Remaja, namun rencana ini ternyata gagal karena kesibukan melakukan konsolidasi di dalam scene. Setelah semakin jelas dan mulai berkembangnya scene underground metal di Surabaya pada akhir bulan Desember 1997 organisasi Independen resmi dibubarkan. Upaya ini dilakukan demi memperluas jaringan agar semakin tidak tersekat-sekat atau menjadi terkotak-kotak komunitasnya.</p>
<p>Pada masa-masa terakhir sebelum bubarnya organisasi Independen, divisi record label mereka tercatat sempat merilis beberapa buah album milik band-band death metal/grindcore Surabaya. Misalnya debut album milik Slowdeath yang bertitel “From Mindless Enthusiasm to Sordid Self-Destruction” (September 96), debut album Dry berjudul “Under The Veil of Religion” (97), Brutal Torture “Carnal Abuse”, Wafat “Cemetery of Celerage” hingga debut album milik Fear Inside<br />
yang bertitel “Mindestruction”. Tahun-tahun berikutnya barulah underground metal di Surabaya dibanjiri oleh rilisan-rilisan album milik Growl, Thandus, Holy Terror, Kendath hingga Pejah.</p>
<p>Sebagai ganti Independen kemudian dibentuklah Surabaya Underground Society (S.U.S) tepat di malam tahun baru 1997 di kampus Universitas 45, saat diselenggarakannya event AMUK I. Saat itu di Surabaya juga telah banyak bermunculan band-band baru dengan aliran musik black metal. Salah satu band death metal lama yaitu, Dry kemudian berpindah konsep musik seiring dengan derasnya pengaruh musik black metal di Surabaya kala itu.</p>
<p>Hanya bertahan kurang lebih beberapa bulan saja, S.U.S di tahun yang sama dilanda perpecahan di dalamnya. Band-band yang beraliran black metal kemudian berpisah untuk membentuk sebuah wadah baru bernama ARMY OF DARKNESS yang memiliki basis lokasi di daerah Karang Rejo. Berbeda dengan black metal, band-band death metal selanjutnya memutuskan tidak ikut membentuk organisasi baru. Selanjutnya di bulan September 1997 digelar event AMUK II di IKIP Surabaya. Event ini kemudian mencatat sejarah sendiri sebagai event paling sukses di Surabaya kala itu. 25 band death metal dan black metal tampil sejak pagi hingga sore hari dan ditonton oleh kurang lebih 800 – 1000 orang. Arwah, band black metal asal Bekasi juga turut tampil di even tersebut sebagai band undangan.</p>
<p>Scene ekstrem metal di Surabaya pada masa itu lebih banyak didominasi oleh band-band black metal dibandingkan band death metal/grindcore. Mereka juga lebih intens dalam menggelar event-event musik black metal karena banyaknya jumlah band black metal yang muncul. Tercatat kemudian event black metal yang sukses digelar di Surabaya seperti ARMY OF DARKNESS I dan II.</p>
<p>Tepat tanggal 1 Juni 1997 dibentuklah komunitas underground INFERNO 178 yang markasnya terletak di daerah Dharma Husada (Jl. Prof. DR. Moestopo,Red). Di tempat yang agak mirip dengan rumah-toko (Ruko) ini tercatat ada beberapa divisi usaha yaitu, distro, studio musik, indie label, fanzine, warnet dan event organizer untuk acara-acara underground di Surabaya. Event-event yang pernah di gelar oleh INFERNO 178 antara lain adalah, STOP THE MADNESS, TEGANGAN TINGGI I &amp; II hingga BLUEKHUTUQ LIVE.</p>
<p>Band-band underground rock yang kini bernaung di bawah bendera INFERNO 178 antara lain, Slowdeath, The Sinners, Severe Carnage, System Sucks, Freecell, Bluekuthuq dan sebagainya. Fanzine metal asal komunitas INFERNO 178, Surabaya bernama POST MANGLED pertama kali terbit kala itu di event TEGANGAN TINGGI I di kampus Unair dengan tampilnya band-band punk rock dan metal. Acara ini tergolong kurang sukses karena pada waktu yang bersamaan juga digelar sebuah event black metal. Sayangnya, hal ini juga diikuti dengan mandegnya proses penggarapan POST MANGLED Zine yang tidak kunjung mengeluarkan edisinya yang terbaru hingga kini.</p>
<p>Maka, untuk mengantisipasi terjadinya stagnansi atau kesenjangan informasi di dalam scene, lahirlah kemudian GARIS KERAS Newsletter yang terbit pertama kali bulan Februari 1999. Newsletter dengan format fotokopian yang memiliki jumlah 4 halaman itu banyak mengulas berbagai aktivitas musik underground metal, punk hingga HC tak hanya di Surabaya saja tetapi lebih luas lagi. Respon positif pun menurut mereka lebih banyak datang justeru dari luar kota Surabaya itu sendiri. Entah mengapa, menurut mereka publik underground rock di Surabaya kurang apresiatif dan minim dukungannya terhadap publikasi independen macam fanzine atau newsletter tersebut. Hingga akhir hayatnya GARIS KERAS Newsletter telah menerbitkan edisinya hingga ke- 12.</p>
<p>Divisi indie label dari INFERNO 178 paling tidak hingga sekitar 10 rilisan album masih tetap menggunakan nama Independen sebagai nama label mereka. Baru memasuki tahun 2000 yang lalu label INFERNO 178 Productions resmi memproduksi album band punk tertua di Surabaya, The Sinners yang berjudul “Ajang Kebencian”. Selanjutnya label<br />
INFERNO 178 ini akan lebih berkonsentrasi untuk merilis produk- produk berkategori non-metal. Sedangkan untuk label khusus death metal/brutal death/grindcore dibentuklah kemudian Bloody Pigs Records oleh Samir (kini gitaris TENGKORAK) dengan album kedua Slowdeath yang bertitel “Propaganda” sebagai proyek pertamanya yang dibarengi pula dengan menggelar konser promo tunggal Slowdeath di Café Flower sekitar bulan September 2000 lalu yang dihadiri oleh 150- an penonton. Album ini sempat mencatat sold out walau masih dalam jumlah terbatas saja. Ludes 200 keping tanpa sisa.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Scene Malang</span></p>
<p>Kota berhawa dingin yang ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Surabaya ini ternyata memiliki scene rock underground yang “panas” sejak awal dekade 90-an. Tersebutlah nama Total Suffer Community(T.S.C) yang menjadi motor penggerak bagi kebangkitan komunitas rock underground di Malang sejak awal 1995. Anggota komunitas ini terdiri dari berbagai macam musisi lintas-scene, namun dominasinya tetap<br />
saja anak-anak metal. Konser rock underground yang pertama kali digelar di kota Malang diorganisir pula oleh komunitas ini. Acara bertajuk Parade Musik Underground tersebut digelar di Gedung Sasana Asih YPAC pada tanggal 28 Juli 1996 dengan menampilkan band-band lokal Malang seperti Bangkai (grindcore), Ritual Orchestra (black metal),Sekarat (death metal), Knuckle Head (punk/hc), Grindpeace (industrial<br />
death metal), No Man’s Land (punk), The Babies (punk) dan juga band-band asal Surabaya, Slowdeath (grindcore) serta The Sinners (punk).</p>
<p>Beberapa band Malang lainnya yang patut di beri kredit antara lain Keramat, Perish, Genital Giblets, Santhet dan tentunya Rotten Corpse. Band yang terakhir disebut malah menjadi pelopor style brutal death metal di Indonesia. Album debut mereka yang<br />
bertitel “Maggot Sickness” saat itu menggemparkan scene metal di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali karena komposisinya yang solid dan kualitas rekamannya yang top notch. Belakangan band ini pecah menjadi dua dan salah satu gitaris sekaligus pendirinya, Adyth, hijrah ke Bandung dan membentuk Disinfected. Di kota inilah lahir untuk kedua kalinya fanzine musik di Indonesia. Namanya Mindblast zine yang<br />
diterbitkan oleh dua orang scenester, Afril dan Samack pada akhir 1995. Afril sendiri merupakan eks-vokalis band Grindpeace yang kini eksis di band crust-grind gawat, Extreme Decay. Sementara indie label pionir yang hingga kini masih bertahan serta tetap produktif merilis album di Malang adalah Confused Records</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Scene Bali</span></p>
<p>Berbicara scene underground di Bali kembali kita akan menemukan komunitas metal sebagai pelopornya. Penggerak awalnya adalah komunitas 1921 Bali Corpsegrinder di Denpasar. Ikut eksis di dalamnya antara lain, Dede Suhita, Putra Pande, Age Grindcorner dan Sabdo Moelyo. Dede adalah editor majalah metal Megaton yang terbit di<br />
Jogjakarta, Putra Pande adalah salah satu pionir webzine metal Indonesia<br />
Corpsegrinder (kini Anorexia Orgasm) sejak 1998, Age adalah pengusaha distro yang pertama di Bali dan Moel adalah gitaris/vokalis band death metal etnik, Eternal Madness yang aktif menggelar konser underground di sana. Nama 1921 sebenarnya diambil dari durasi siaran program musik metal mingguan di Radio Cassanova, Bali yang<br />
berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.</p>
<p>Awal 1996 komunitas ini pecah dan masing-masing individunya jalan sendiri-sendiri. Moel bersama EM Enterprise pada tanggal 20 Oktober 1996 menggelar konser underground besar pertama di Bali bernama Total Uyut di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Band-band Bali yang tampil diantaranya Eternal Madness, Superman Is Dead, Pokoke, Lithium, Triple Punk, Phobia, Asmodius hingga Death Chorus. Sementara band- band luar Balinya adalah Grausig, Betrayer (Jakarta), Jasad, Dajjal, Sacrilegious, Total Riot (Bandung) dan Death Vomit (Jogjakarta). Konser ini sukses menyedot sekitar 2000 orang penonton dan hingga sekarang menjadi festival rock underground tahunan di sana. Salah satu<br />
alumni Total Uyut yang sekarang sukses besar ke seantero nusantara adalah band punk asal Kuta, Superman Is Dead. Mereka malah menjadi band punk pertama di Indonesia yang dikontrak 6 album oleh Sony Music Indonesia. Band-band indie Bali masa kini yang stand out di antaranya adalah Navicula, Postmen, The Brews, Telephone, Blod Shot Eyes<br />
dan tentu saja Eternal Madness yang tengah bersiap merilis album ke tiga mereka dalam waktu dekat.</p>
<p>Memasuki era 2000-an scene indie Bali semakin menggeliat. Kesuksesan S.I.D memberi inspirasi bagi band-band Bali lainnya untuk berusaha lebih keras lagi, toh S.I.D secara konkret sudah membuktikan kalau band `putera daerah’ pun sanggup menaklukan kejamnya industri musik ibukota. Untuk mendukung band-band Bali, drummer S.I.D, Jerinx dan beberapa kawannya kemudian membuka The Maximmum Rock N’ Roll Monarchy (The Max), sebuah pub musik yang berada di jalan Poppies, Kuta. Seringkali diadakan acara rock reguler di tempat ini.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Indie Indonesia Era 2000-an</span></p>
<p>Bagaimana pergerakan scene musik independen Indonesia era 2000-an? Kehadiran teknologi internet dan e-mail jelas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan scene ini. Akses informasi dan komunikasi yang terbuka lebar membuat jaringan (networking) antar komunitas ini semakin luas di Indonesia. Band-band dan komunitas-komunitas baru banyak bermunculan dengan menawarkan style musik yang lebih beragam. Trend indie label berlomba-lomba merilis album band-band lokal juga menggembirakan, minimal ini adalah upaya pendokumentasian sejarah yang berguna puluhan tahun ke depan.</p>
<p>Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom `indie’ dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non- mainstream lokal. Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasikmengenai istilah `indie atau underground’ ini di tanah air. Sebagian orang memandang istilah `underground’ semakin bias karena kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang `sell-out’, entah itu dikontrak major label, mengubah style musik demi kepentingan bisnis atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping. Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie karena lebih `elastis’ dan misalnya, lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkesan lebih kompromis, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh<br />
meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.</p>
<p>Ditengah serunya perdebatan indie/underground, major label atau indie label, ratusan band baru terlahir, puluhan indie label ramai- ramai merilis album, ribuan distro/clothing shop dibuka di seluruh Indonesia. Infrastruktur scene musik non-mainstream ini pun kian established dari hari ke hari. Mereka seakan tidak peduli lagi dengan polarisasi indie-major label yang makin tidak substansial. Bermain musik sebebas mungkin sembari bersenang-senang lebih menjadi `panglima’ sekarang ini.</p>
<p>…And history is still in the making here…..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>*Gambar akan menyusul, sangat sulit mencari tampilan band2 tersebut apalagi generasi lawas yang kerap mengcover version lagu2 band luar era 60-70 an.</p>
<p>** Mencari majalah Aktuil ..sulitnya, untuk referensi band- band masa kini, sudah sangat banyak tersedia di Internet.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3nta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3nta.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=42&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdaae52a4c4b4a9c1ffec345cab1685b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v3nta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/3/</link>
		<comments>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 00:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v3nta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/3/</guid>
		<description><![CDATA[aku ingin hilang ingatan&#8230; Kau terindah. yang terindah&#8230; perlu membual dari hidup ku&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=3&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku ingin hilang ingatan&#8230;</p>
<p>Kau terindah. yang terindah&#8230;<br />
perlu membual dari hidup ku&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3nta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3nta.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=3&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdaae52a4c4b4a9c1ffec345cab1685b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v3nta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/hello-world/</link>
		<comments>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 00:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v3nta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=1&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3nta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3nta.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3nta.wordpress.com&amp;blog=6907520&amp;post=1&amp;subd=v3nta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3nta.wordpress.com/2009/03/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdaae52a4c4b4a9c1ffec345cab1685b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v3nta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
